Minyak ayam (Chicken Oil atau Schmaltz) adalah minyak yang dihasilkan dari lemak di kulit atau bagian berlemak lain pada ayam, yang dipanaskan secara perlahan. Minyak ayam ini sering menjadi rahasia di balik kelezatan makanan restoran seperti tumisan atau mie. Selain itu, minyak ayam bisa juga dijadikan MPASI dengan tujuan penambah berat badan karena nutrisi dan kalorinya yang tinggi.
Kunci utama dalam pembuatan minyak ayam adalah kulit ayam. Kulit ayam sering dianggap bagian yang harus dibuang, padahal jika diolah dengan benar, bisa menjadi olahan yang bermanfaat bagi anak. Kulit ayam yang diolah menjadi minyak ayam menghasilkan minyak yang harum, gurih, dan bermanfaat sebagai tambahan lemak hewani pada makanan.
Meskipun mudah dibuat di rumah, penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Kita kenali dulu kandungan minyak ayam.
Kandungan dan Manfaat Minyak Ayam
Minyak ayam memiliki nilai gizi yang berbeda dibandingkan minyak sawit, minyak zaitun, atau minyak kelapa, karena komponen utama nya adalah lemak tak jenuh dan lemak jenuh. Selain itu, minyak ayam tinggi kalori. Beberapa manfaat minyak ayam sebagai MPASI, yaitu.
- Menambah energi pada porsi kecil
Lemak pada minyak ayam memberi kalori yang lebih tinggi dari karbohidrat. Hal ini membantu ketika porsi makan sedikit tetapi tetap butuh energi.
- Membuat tekstur makanan lebih lembut
Pada bubur, nasi tim, atau tumisan bisa terasa lebih moist dan mudah ditelan.
- Menambah aroma dan rasa
Aroma yang dikeluarkan dari minyak ayam bisa menambah nafsu makan dan memberikan rasa yang gurih alami (umami) yang bisa digunakan sebagai pengganti penyedap rasa buatan (MSG).
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengkonsumsi Minyak Ayam untuk MPASI
Perlu dipahami, minyak ayam bukanlah superfood, tetapi bahan pelengkap. Dalam penggunaannya sebagai MPASI harus memperhatikan beberapa hal, yaitu.
- Gunakan minyak ayam secukupnya sebagai penambah rasa, bukan sebagai minyak untuk menggoreng dalam jumlah banyak
- Imbangi dengan makanan berserat, protein, dan karbohidrat
- Hindari memakai minyak ayam yang sudah digunakan berulang kali
- Sebaiknya dibuat sendiri dari ayam segar tanpa bumbu agar aman dan higienis
Baca Juga: Ayam Probiotik dan Prebiotik apa Bedanya? Apakah Aman Dikonsumsi?
Cara Membuat Minyak Ayam Sendiri di Rumah
Bahan
- Kulit ayam (500 gr)
Langkah Membuat
- Cuci bersih kulit ayam lalu tiriskan,
- Panaskan wajan anti lengket (teflon) atau panci,
- Masukkan kulit ayam, masak dengan api kecil agar lemak keluar perlahan dan tidak gosong,
- Aduk sesekali agar matang merata,
- Setelah kulit ayam kering dan berwarna kecoklatan (golden brown), matikan api,
- Saring minyak ayam dan pindahkan ke wadah kaca/beling yang bersih dan tahan panas
Cara Menyimpan dan Menggunakan dengan Benar
- Setelah minyak dingin, tutup dengan rapat.
- Simpan di dalam kulkas (chiller).
- Sebaiknya dikonsumsi dalam kurun waktu 1 bulan.
- Ambil menggunakan sendok bersih setiap kali ingin digunakan.
- Selalu periksa aroma dan warna minyak sebelum digunakan.
Memilih kulit ayam yang berkualitas menjadi langkah pertama sebelum memulai pembuatan minyak ayam. Banyak produk di pasaran yang mungkin terlihat sama, tetapi sering kali kita tidak tahu bagaimana ayam tersebut dibesarkan. Apakah ada zat kimia yang berbahaya yang ikut menempel pada kulitnya, apakah ada residu antibiotik, dan kemungkinan lainnya. Karena itu, kita tidak bisa asal pilih bahan. Terutama yang akan dipakai untuk MPASI atau masakan keluarga sehari-hari.
Untuk Sobat Picky yang mencari kulit ayam yang terjamin kualitas dan jelas asalnya, Morning Picks menyediakan kulit ayam probiotik yang cocok diolah menjadi minyak ayam rumahan. Dipilih dari ayam probiotik yang pakannya mengandung mikroorganisme baik dan rendah kolesterol.


